Membuat Prosedur Seleksi Penerimaan Karyawan di Perusahaan
05 Agu

Setiap perusahaan mempunyai cara dan standar yang berbeda beda dalam menentukan prosedur penerimaan karyawan.

Seleksi Penerimaan Karyawan juga harus memiliki prosedur yang baik dan benar

Namun bagaimanapun juga prosedur seleksi penerimaan karyawan adalah usaha pertama yang harus dilakukan perusahaan untuk memperoleh karyawan yang qualified dan kompeten yang akan menjabat serta mengerjakan semua pekerjaan pada perusahaan.

Membuat Prosedur Seleksi Penerimaan Karyawan di Perusahaan

Membuat Prosedur Seleksi Penerimaan Karyawan di Perusahaan | photo by photo mix

Kiranya hal inilah yang mendorong pentingnya pelaksanaan seleksi dan penerimaan karyawan baru bagi setiap perusahaan. Pelaksanaan seleksi harus dilakukan secara jujur, cermat, dan objektif supaya karyawan yang diterima benar-benar qualifid untuk menjabat dan melaksanakan pekerjaan.

 

Metode Seleksi Penerimaan Karyawan

Ada beberapa metode seleksi karyawan yang dilakukan perusahaan dalam mencari SDM. Beberapa metode yang tepat untuk menyeleksi para calon karyawan menurut Malayu Hasibuan (2002:50), metode-metode tersebut diantaranya adalah metode non ilmiah dan ilmiah.

Metode non ilmiah

seleksi yang dilakukan dimana dasar pemilihannya tidak didasarkan kepada kriteria atau standar ataupun spesifikasi jabatan, tetapi hanya berdasarkan kepada perkiraaan pengalaman. Ciri metode ini Menggunakan bahan-bahan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Surat lamaran bermaterai atau tidak.
  2. Ijazah sekolah dan daftar nilai.
  3. Surat keterangan pekerjaan dan pengalaman. C.
  4. Referensi atau rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya.
  5. Mengadakan wawancara langsung dengan pelamar yang bersangkutan.

Metode ilmiah

Seleksi yang dalam pelaksanaannya berdasarkan kepada spesifikasi jabatan dan kebutuhan nyata yang akan diisi serta pedoman kepada kriteria dan standar tertentu. Adapun langkah tersebut antara lain :

> Baca juga artikel   5 Cara Mengatur Gudang di Perusahaan
Langkah I . Penerimaan pendahuluan

Proses seleksi merupakan dua arah. Organisasi memilih para karyawan dan para pelamar memilih perusahaan. Seleksi dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke kantor personalia atau dengan permintaan tertulis untuk aplikasi.

 

Langkah II. Tes-tes Penerimaan

Tes penerimaan sangat berguna untuk mendapatkan informasi yang relatif objektif tentang pelamar yang dapat dibandingkan dengan para pelamar lainnya dan para karyawan yang sekarang. Selain itu tes penerimaan merupakan proses untuk mencari data calon karyawan yang disesuaikan dengan spesifikasi jabatan yang akan dijabat. Bentuk-bentuk tes penerimaan ini biasanya adalah:

  1. Physical tes (medical tes), yaitu suatu proses untuk menguji kemampuan fisik pelamar.
  2. Academic tes (knowledge tes), yaitu proses menguji kecakapan yang dimiliki pelamar sesuai dengan kebutuhan jabatan yang akan diisinya.
  3. Physychological tes, yaitu proses menguji tentang kecerdasan, bakat, prestasi, minat, dan kepribadian dari pelamar

 

Langkah III. Wawancara Seleksi

Wawancara seleksi adalah percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevaluasi diterimanya atau tidak seorang pelamar. Dengan percakapan langsung, pewawancara yang berpangalaman dan jeli akan dapat menggali kemampuan seorang pelamar. Dengan wawancara ini pula akan diperoleh informasi dari setiap pelamar, kemudian dibandingkan satu persatu siapa yang paling tinggi kemampuannya untuk melakukan pekerjaan itu.

 

Langkah IV. Evaluasi Medis

Evaluasi ini merupakan pemeriksaan kesehatan fisik pelamar apakah memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan untuk jabatan yang bersangkutan. Evaluasi ini hendaknya diperhatikan dengan cermat karena sangat menentukan prestasi kerja karyawan. Tidak mungkin karyawan akan dapat berprestasi baik jika ia sering sakit dan tidak dapat hadir untuk melaksanakan tugas-tugasnya

> Baca juga artikel   5 Cara Ampuh Motivasi Karyawan di Perusahaan Yang Sedang Anda Kelola

 

Langkah V. Penerimaan

Top manajer akan memutuskan diterima atau ditolaknya pelamar setelah memperoleh hasil dari seleksi-seleksi terdahulu. Keputusan ini menandai berakhirnya proses seleksi.

 

Langkah VIII. Penempatan

Penempatan adalah tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima (lulus seleksi) pada jabatan atau pekerjaan yang membutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan authority kepada orang tersebut. Dengan demikian, calon karyawan itu akan dapat mengerjakan tugas-tugasnya pada jabatan bersangkutan

Prosedur diatas sifatnya umum dipakai beberapa perusahaan. Dalam prakteknya perusahaan akanmenyesuaikan dengan kebutuhan masing masing. Semoga bermanfaat.

Salam, Kang Wuri

Komentar(01)

  1. Jadi prosedurnya seperti ini yaa. Thanks.

    Ana Agustus 8, 2017 Balas

Tinggalkan komentar